Unesco Tetapkan Arirang jadi Warisan Budaya Korea Selatan

arirang song

 

Korea memiliki musik tradisional bernama ‘Arirang’ yang akhirnya resmi menjadi warisan bersejarah setelah dua tahun 10 bulan didaftarkan ke Unesco sebagai salah satu ‘Warisan Budaya Tak Berbentuk’.

Departemen Kebudayaan dan Warisan Bersejarah mengumumkan bahwa lagu itu ditunjuk sebagai warisan bersejarah yang penting dengan nomor 129 setelah melalui rapat yang dilakukan oleh komite warisan kebudayaan Korea Selatan.

Warisan bersejarah tak berbentuk mengacu pada segala hal yang berhubungan dengan peninggalan berupa drama, musik, tarian, dan keahlian yang membawa nilai sejarah, artistik yang penting dalam keilmuan.

Meskipun lagu itu, yang hampir semua orang Korsel bisa menggumamkannya, menjadi lagu nasional kedua dan mewujudkan kesedihan dan kesenangan dari masyarakat Korsel, lagu itu belum dikenal sebagai warisan budaya yang bersejarah selama ini.

Hal itu terjadi karena hukum Korsel menetapkan bahwa untuk bisa menjadi warisan budaya berserajah tak berbentuk, harus mengikuti aturan baku bahwa lagu tersebut harus dibawakan oleh seseorang atau kelompok.

Tetapi tahun lalu, pemerintah Korsel memperbaharui aturan hukum agar ‘Arirang’ bisa dikenal sebagai bagian dari warisan bersejarah.

Berbeda dari jenis warisan bersejarah budaya yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah Korsel, Arirang memiliki sejumlah versi tergantung dari wilayahnya.

Para pakar mengatakan bahwa ada sekitar 60 versi dari ‘Arirang’ di seluruh Korsel dan sulit untuk menentukan keasliannya.

Dari semua versi itu, yang paling terkenal berasal wilayah Jeongseon, Gangwon: wilayah Jindo, Jeolla Selatan; dan Miryang, Selatan Gyeongsang. Pakar mengatakan bahwa khusus di versi Jeongseon, dikenal karena liriknya yang puitis.

“Ini menandakan untuk pertama kalinya kami menunjuk orang tertentu atau kelompok tertentu yang membawakan sebuah lagu. Sekarang orang akan tahu Arirang menjadi bagian dari warisan budaya tak berbentuk yang penting. Seluruh versi Arirang dinyanyikan di seluruh Korea Selatan,” ujar Bang In-a dari Departemen Warisan Budaya Tak Berbentuk.

“Arirang” didaftarkan ke Unesco untuk Warisan Budaya Tak Berbentuk pada bulan Desember 2012.

Facebooktwittermail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.