Jeong Yu Mi Tidak Pernah Suka Film Zombi tapi Langsung Terima Tawaran ‘Train to Busan’

Aktris Jeong Yu Mi yang membintangi drama ‘Train to Busan’ berbagi ceritanya dalam wawancara dengan media lokal.

Jeong yang pernah bermain di drama dan film ‘Discovery of Romance’, ‘Our Sunhi’, dan ‘The Himalayas’ berperan sebagai Seong-kyeong.

Berikut wawancara Jeong Yu Mi yang terlihat sangat puas dengan perannya di film yang menceritakan tentang serangan zombie di atas kereta api cepat.

 

 

* Upaya untuk menjadi Seong Kyeong yang ramah

Film ‘Train to Busan’ menceritakan tentang zombi yang menyerang orang-orang yang sedang ada di kereta cepat menuju Busan, Korea Selatan. Orang-orang ini mencoba untuk bertahan hidup dari serangan zombi. Jeong Yu Mi berperan sebagai Seong Kyeong, seorang wanita hamil. Meski Jeong tidak bisa memahami bagaimana perasaan seorang wanita hamil, tetapi ia berusaha keras dan membentuk karakter Seong Kyeong yang disaksikan penonton di bioskop.

“Seong Kyeong adalah seorang wanita yang sangat penuh perhatian. Saya tidak akan bisa melakukan apa yang ia lakukan di kehidupan nyata. Saat seperti itu (kejadian di film) saya mungkin saja mati atau jatuh karena berlari. Saya tidak bisa memahami dia 100 persen. Tetapi tugas saya untuk bisa mewujudkan karakternya dan perasaannya di film. Jadi, saya berusaha keras untuk berakting. Karakter saya adalah wanita yang sangat berani jadi saya berusaha keras untuk bisa mewujudkannya. Saya merasa mendapatkan tujuan saya begitu saya bisa melakukannya di waktu yang singkat. Meski saya tahu kalau saya memiliki keterbatasan tetapi saya bisa dengan mudah mengeluarkan emosi saya”.

“Saya tidak merasa takut tetapi lebih bersemangat menyaksikan film ini. Saya ada di antara semua aktor. Saya menyadari banyak hal melalui film ini dan sangat bersyukur. Kami syuting sebagian besar dari film ini di sebuah hall besar dan saya bisa membuatnya seperti hidup. Saat saya merasa apa yang saya kerjakan menjadi baik, saya merasa sangat senang.”

Syuting film itu pastinya sangat sulit tetapi Jeong Yu Mi mengatakan,”Tidak sulit sama sekali. Ada banyak orang yang berlari dengan kaki mereka dalam posisi aneh dan beberapa berlari dengan mulut terbuka jadi saya tidak bisa berkata kalau berlari dengan pakaian orang hamil sangat sulit. Saya memilih film ini karena peran yang ditawari ke saya. Orang mungkin berfikir kalau film itu sangat sulit tetapi saya merasa tidak karena saya menikmati apa yang kami kerjakan.”

Bicara soal Ma Dong Seok yang menjadi suaminya di film itu, Jeong Yu Mi berkata,”Kami memiliki sinergi. Ma Dong Seok lebih hebat daripada saya. Saya merasa dia bisa melindungi saya. Saya menerima banyak bantuan darinya. Kami terlihat sangat alami di televisi. Tanpa dirinya, saya tidak mungkin bisa bereaksi seperti yang terlihat di film dan mungkin saja saya bisa terlihat membosankan.”

Jeong Yu Mi berkata kalau dia menjadi serius selama syuting film itu.

“Saya tidak pernah tertarik dengan film zombi dan saya tidak pernah menikmati saat menonton film itu. Tetapi saya menjadi lebih penasaran dengan film zombi lain dan ingin berperan sebagai zombi. Saya merasa saya akan lebih takut jika menonton film zombi yang lain.”

 

jeong yu mi

 

 

* Keinginan bermain di film zombi sangat kuat

Film ‘Train to Busan’ fokus pada kisah zombi dan percobaan yang sangat riskan. Tetapi Jeong Yu Mi mengatakan tidak.

“Saya tidak takut sama sekali. Saya merasa subjeknya bisa terwujud karenha itu adalah film komersil. Saat saya pertama kali mendapat skenario film ini, saya tidak curiga atau merasa tertekan dengan semua hal di film ini. Saya merasa ini menyenangkan dan lebih penasaran. Saya sempat tidak yakin dengan film ini dan bertanya pada sutradaranya mengenai film ini lebih jauh tetapi tidak butuh waktu lama untuk memutuskan mengambil peran di film ini.

Soal bekerjasama dengan sutradara Yeon Sang Ho, Jeong Yu Mi berkata,”Saya cukup percaya padanya dan bersedia mengikuti arahannya dan bergantung padanya. Saya tidak tahu mengenai pekerjaan yang ia lakukan sebelumnya dan saya hanya berfikir ‘Train to Busan’ sepertinya menyenangkan. Saya juga tidak ingin pandangan saya pada sutradara berubah hanya karena apa yang sudah pernah ia kerjakan di masa lalu. Ternyata pikiran saya dan sutradara sama.

Film ‘Train to Busan’ memiliki pesan sosial tetapi juga penuh dengan tampilan yang memuaskan mata penonton. Jeong Yu Mi hanya berharap penonton bisa menyaksikan film ini dengan cara pandang mereka sendiri.

“Saya tidak berharap penonton akan merasakan apa yang saya rasakan saat menonton ‘Train to Busan’. Saya hanya berfikir, sudah cukup jika penonton bisa menikmatinya. ‘Train to Busan’ adalah film yang sangat bagus tetapi saya ingin semua orang menonton dengan cara pandang mereka sendiri. Jika mereka merasa bisa menikmatinya, itu sudah cukup untuk saya.”

“Film ini sangat mengerikan. Sangat dramatis. Sangat bagus untuk mengetahui saya bisa merasakan dengan cara seperti ini tentang film komersial. Saya yakin orang punya opini yang berebda tetapi itu yang saya pikirkan.”

 

jeong yu mi-3

 

* Sebagai aktris yang terus maju

Jeong Yu Mi memulai debutnya tahun 2004 di film pendek dan namanya mulai melambuk saat ia membintangi film besar dan kecil selama 10 tahun terakhir. Dia meyakini kalau dia tidak memiliki batas.

“Saya sangat bersyukur mendapatkan film seperti itu. Mendapatkan film bagus tidak seperti sesuatu yang jatuh dari langit ke pangkuanmu. Saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya. Perasaan untuk sebuah film berbeda-beda tetapi pilihan yang terbaik harus dilakukan sendiri saat kamu harus memilih. Itu hal yang penting untuk dilakukan dengan baik.”

Sudah lama dia tampil di banyak film termasuk saat dia hanya tampil sebagai cameo di ‘The Himalaya’. Dia telah bekerja keras di tempat-tempat yang tidak terlihat.

“Kadang-kadang saya bekerja terus menerus dan kadang tidak. Film ‘The Himalaya’ saya anggap sebagai film saya jadi saya tidak berfikir film itu hanya singgahan saja. Saya selalu berfikir untuk terus berakting dengan baik dan bagaimana saya bisa hidup lebih baik. Kadang-kadang saya berfikir ini adalah proses dalam pekerjaan saya.

Mengenai pendapat orang tentangnya, Jeong Yu Mi berkata,”Saya secara pribadi tidak bisa memahami pikiran orang tetapi ketika saya melakukan sesuatu yang benar dan orang mengkritiknya, saya merasa kaget. Saya selalu berfikir mengenai karakter saya dan orang seperti apa saya. Itu sesuatu yang akan saya selalu pikirkan selamanya.”

Jeong Yi Mi selalu berfikir tentang akting dan dia selalu mengatakan akting adalah pekerjaanya. Lantas apa pekerjaan setelah ‘Train to Busan’?

“Saya akan berolahraga dan pergi ke banyak tempat. Saya melakukan hal ini dan itu dan itu membuat saya merasa senang karena saya akan menghabiskan energi saya untuk pekerjaan berikutnya. Saya juga ingin makan makanan enak di tempat yang enak setelah promosi film ‘Train to Busan’ berakhir.

Facebooktwittergoogle_plusmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.