SBS akan Hentikan Penayangan Drama Harian dan MBC Hilangkan Drama Tengah Malam

Stasiun televisi di Korea Selatan (Korsel) mulai mengalami masalah sejak Tiongkok melarang produk-produk entertainment masuk ke negara mereka karena kebijakan politik Korsel.

Tiongkok selama ini menjadi negara terbesar yang menyumbang keuntungan untuk rumah produksi dan stasiun televisi. Karena keputusan pemerintah Korsel yang memberikan Amerika Serikat (AS) tempat sebagai lokasi penyimpanan

Akibat pembatasan ini, stasiun televisi mulai mengurangi biaya produksi dan berdampak pada drama harian dan drama menengah.

Drama harian SBS berjudul ‘Would You Like a Taste?’ yang rencananya akan ditayangkan usai penayangan drama ‘Love is Drop by Drop’ mendadak dibatalkan bulan lalu.

Devisi drama di SBS akhirnya memutuskan untuk tidak lagi menayangkan drama harian selanjutnya.

“Masalah pengurangan di pasar iklan dan meningkatkan biaya produksi membuat kami memutuskan untuk melakukan efektivias pada tenaga kami. Ada kabar kalau MBC juga akan menghentikan drama tengah malam mulai tahun depan,” ujar sumber dari SBS seperti dikutip dari soompi.

Keputusan SBS untuk memberhentikan penayangan drama harian adalah karena iklannya. Penonton drama harian memang lebih banyak daripada drama pendek tetapi iklannya sangat sedikit. Bahkan iklan yang masuk relatif murah.

Agar televisi bisa mendapatkan pemasukan dari iklan yang lebih besar, maka mereka memasukkan iklan yang muncul di tengah-tengah acara. Iklan yang muncul di tengah-tengah acara harganya lebih mahal dibandingkan iklan di awal dan akhir acara.

Tiga stasiun televisi utama di Korea Selatan, memiliki aturan penayangan iklan di setiap acara. Iklan hanya muncul di awal acara dan di akhir acara. Tidak pernah ada iklan yang muncul di tengah-tengah penayangan acara.
Biasanya, iklan yang muncul di tengah-tengah acara selalu dilakukan oleh televisi berbayar. Nampaknya, dengan kesulitan keuangan yang ada, ketiga stasiun televisi itu akan mencoba cara yang dilakukan televisi berbayar itu meskipun sedikit enggan. Dan sudah diduga, reaksi penonton pun muncul. Penonton yang biasanya nyaman menyaksikan acara tanpa ada gangguan iklan menjadi kesal dan mengajukan protes akibat iklan yang muncul di tengah-tengah acara. Penonton merasa terganggu dengan adanya iklan.

Akhir-akhir ini, banyak stasiun televisi yang menayangkan acara berdurasi 35 menit dua kali dalam satu hari. Di tengah-tengah pergantian episode, muncul iklan.
Kemudian mereka juga menayangkan satu episode berdurasi 70 menit dalam satu hari seperti biasa. Sepertinya tidak ada perbedaan antara dua episode pendek dengan satu epiosde panjang. Tetapi, ada alasan membuat sistem seperti itu.

Sistem ini digunakan khusus untuk layanan VOD (video on demand). SBS dan MBC berharap bisa mendapatkan lebih banyak keuntungan dengan adanya sistem tersebut.

Facebooktwittergoogle_plusmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.