Di Korea Sebelum Populer Seorang Calon Artis Hidup di Penjara Tanpa Jeruji

Kepergian Jonghyun SHINee meninggalkan banyak pertanyaan mengenai kehidupan seorang selebriti yang membuat mereka terserang depresi berat dan memutuskan untuk bunuh diri.

Jonghyun, anggota SHINee yang berbakat ini tewas setelah menghirup gas yang keluar dari briket batu bara di apartemennya.

Ia ditemukan tak sadarkan diri dan dilarikan ke rumah sakit.

Sayang, dokter tak mampu menyelamatkan nyawa penyanyi berusia 27 tahun yang meninggalkan ibu dan kakak perempuannya.

Jonghyun bergabung dengan SM Entertainment pada tahun 2005 saat ia masih berusia 16 tahun.

Gitaris di band sekolahnya, bakat Jonghyun terlihat dan ia harus melalui pelatihan selama tiga tahun hingga bandnya diperkenalkan pada publik pada tahun 2008.

Di surat bunuh dirinya Jonghyun berkata,”Bukan jalan hidup saya untuk menjadi orang terkenal.”

Jonghyun yang masih muda tewas dengan cara bunuh diri membuat semua orang di industri hiburan Korea kembali memperhatikan betapa besarnya tekanan yang dialami oleh seorang selebriti muda.

Seorang peserta pelatihan berusia 24 tahun di sebuah manajemen agensi besar mengaku melalui masa-masa berat.

“Seorang calon musisi harus hidup dalam penjara tanpa jeruji,” ujarnya seperti dikutip dari Hancinema.

Menurutnya, calon-calon yang dididik agensi besar itu bangun setiap pagi pukul 6 dan berlatih menyanyi dan menari hingga pukul 1 siang.

Itu terus berlangung selama bertahun-tahun tanpa mengetahui kapan agensi menganggap mereka sudah siap untuk memulai debut mereka.

Calon ini pun memutuskan untuk keluar dari pelatihan dua tahun yang lalu.

Anggota dari SHINee hidup sesuai dengan aturan yang diberlakukan oleh agensinya.

Artinya mereka tidak bisa menggunakan media sosial, tidak ada kesempatan berpacaran, dan tidak ada camilan malam.

Jika ada yang melanggar aturan ini, mereka bisa ditendang keluar.

Seorang staf dari agensi besar mengatakan,”Semua agensi di Korea telah menanam uang mereka dalam jumlah besar untuk mencetak seorang artis. Jika artsi itu membuat masalah yang diberitakan media, mereka akan kehilangan kontrak iklan besar dan harus membayar semacam denda kepada perusahaan jadi sangat krusial sekali menjaga kehidupan pribadi mereka.

Seorang calon artis seringkali mengalami penderitaan dari tekanan yang sangat besar yang disebabkan kebutuhan untuk menjadi sukses dan komentar kejam dari situs media maupun blog. Mereka juga hidup dalam ketakutan karena khawatir kehidupan pribadinya akan menjadi santapan publik.

Mereka dijaga ketat sepanjang waktu sejak mereka menandatangani kontrak dan seringkali mereka gagal mengatasi tekanan sosial karena mereka harus bolos sekolah demi pelatihan atau jadwal lainnya. Pada akhirnya mereka tidak punya pengalaman bersosialisasi dengan teman-teman sekolah mereka.

Jonghyun keluar dari sekolahnya saat ia menjadi peserta pelatihan di SM Entertainment.

Memiliki bakat tidak hanya suaranya yang bagus tetapi juga pandai membuat lagu, ia tetap menjaga hubungan baik dengan ibu dan kakak perempuannya.

Namun, di surat bunuh dirinya, Jonghyun mengatakan,”Saya benci diri saya. Saya benar-benar kesepian.”

Ha Sang-hun dari Lifelinekorea, sebuah organisasi swasta yang bergerak dalam membantu orang-orang yang merasa ingin bunuh diri mengatakan,”Orang-orang terkenal memiliki dua identitas. Satu identitas seorang kaya raya dan terkenal sedangkan satu lagi orang yang kesepian dan lemah. Jonghyun sepertinya tidak mampu menyatukan kedua identitas ini.”

SM Entertainment mengakui kalau Jonghyun menderita karena depresi.

“Dia berada dalam keadaan yang sangat berbahaya dimana ia akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Seharusnya dia mendapat perawatan,” ujar SM Entertainment.

Facebooktwittergoogle_plusmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *