Tiffany Menyesal Tidak Sering Menghubungi Sulli Semasa Anggota f(X) itu Hidup

Episode terbaru dari acara Docuplex di MBC menayangkan Tiffany dari Girl’s Generation yang menceritakan hubungannya dengan almarhum Sulli.

Acara itu juga menayangkan pengakuan Sulli yang melalui masa sulitnya sebagai peserta pelatihan (trainee) di SM Entertainment sebelum debut dalam grup f(x).

“Saya hidur di asrama sejak kelas 5 SD. Saya sering ingin pulang ke rumah karena saya sangat merindukan ibu saya. Itu karena dulu rumah saya jauh, di Busan,” ungkap Sulli dilansir koreaboo.

Tiffany kemudian mengungkapkan bagaimana rasa frustasi dan kesepian selama masa pelatihan berdampak tidak hanya pada Sulli tetapi juga pada dirinya dan anggota Girl’s Generation lainnya.

“Jujur saja. Kami tidak tahu bagaimana tubuh kami harus bekerja di usia semuda itu. Kami selalu bertanya,”Ini dimana? Saya siapa? Hari apa sekarang? Apa saya sudah selesai mengerjakan tugas sekolah? Dan meski kami merasakan frustasi, kami belum cukup tua untuk mengerti darimana emosi itu datang. Kami terlalu muda untuk menghadapi lingkungan seperti itu,” papar Tiffany.

Kembali ke tahun 2004, saat pelajar SMP bernama Tiffany memulai pelatihannya di SM Entertainment setelah lolos audisi di Los Angeles, dia mulai tinggal di asrama dengan rekan satu grupnya Taeyeon.

Tiffany dan Taeyeon selalu merangkul Sulli saat Sulli baru bergabung di asrama mereka di Seoul. Tahun 2011, Sulli muncul di dalam satu wawancara MBC dan mengatakan kalau ia berterima kasih kepada Taffany dan Taeyeon yang selalu mengurus dirinya selama mereka hidup bersama.

“Saya benar-benar suka dan percaya dengan kakak saya. Saat saya ke Seoul sendirian, kakak (Tiffany dan Taeyeon) adalah tempat saya bersandar dan mengikutinya. Jadi saya sangat berterima kasih pada mereka,” aku Sulli.

Di akhir acara, Tiffany berterima kasih kepada Sulli karena telah menjadi orang yang luar biasa menghadapi semua masa-masa sulit tersebut. Ia juga sekali lagi mengucapkan selamat jalan.

“Saat saya kehilangan Sulli setelah berteman selama 18 tahun, saya tidak pernah bertanya,’Kenapa ia melakukan hal ini? Sebaliknya, saya tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya pada diri saya sendiri. Kenapa saya tidak menghubunginya lebih sering. Saya sungguh minta maaf karena saya tidak ada di dekatnya untuk mendengarnya lebih banyak. Jika saya bisa melakukannya, saya ingin mengatakan kepadanya kalau saya sangat bersyukur dia

Facebooktwittermail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.